Tidak Miliki Tempat Perlindungan Anak, DP3A Bulukumba Titip di Rumah Kontrakan

oleh
Kepala Dinas DP3A Bulukumba, Hj. Umrah Aswani

BULUKUMBA,BI — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bulukumba mencatat, 108 kasus kekerasan kepada anak yang terjadi di kabupaten Butta Panrita Lopi sejak tahun 2017 lalu.

Dalam pendampinganya, DP3A Bulukumba terpaksa megontrakkan anak dirumah persembunyian sementara, dikarenakan Bulukumba tidak memiliki rumah khusus perlindungan anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas DP3A Bulukumba, Hj. Umrah Aswani saat rapat Badan Anggaran (Banggar) di ruang paripurna Sekretariat DPRD, 21 Agustus 2018.

” Sampai saat ini kita belum memiliki rumah aman bagi anak, biasanya kita pindah-pindahkan dirumah persembunyian yang kami sewa,” ujar mantan Kabag Kesra setkab Bulukumba itu.

Umrah mengaku, terkadang kasus-kasus besar yang tidak dapat ditangani daerah, di rujuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PTP2A) provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memiliki fasilitas yang lebih menunjang.

” Untuk kasus besar kita titip langsung ke provinsi. Tapi terkadang kita kawal sendiri seperti anak terlantar dan pelecehan, yang kita selesaikan bersama unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) polres Bulukumba,” jelas Umrah.(awa)