Tidak Miliki Identitas Kependudukan, 618 Anak Bulukumba Tertahan di Malaysia

oleh
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Agus Bustami.

BULUKUMBA,BI — Sebanyak 618 anak Bulukumba tertahan di Malaysia. Mereka bergantung hidup pada perusahaan perkebunan dimana orang tua mereka bekerja.

Hingga saat ini, mereka tidak pernah pulang ke kampung halamanya, dikarenakan tidak memiliki identitas kependudukan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Agus Bustami saat sambutan, diacara launching layanan klinik Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) RSUD H. A. Sulthan Dg. Radja Bulukumba, Kamis 2 Agustus 2018.

Bahkan di Pontianak, kata Bustami, warga asal Bulukumba berjumlah sekitar 1100 jiwa. Warga tersebut merupakan mantan TKI dari negeri jiran, Malaysia yang tidak memiliki identitas.

Saat ini Bustami mengaku, pihaknya telah membangun sekolah di negeri jiran, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi mereka.

“Kami bersama pemerintah pusat telah membangun sekolah di Sabah. Mulai TK, SMP, hingga SMA yang juga dibiayai perusahaan perkebunan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, mengaku bakal mengupayakan untuk memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan bagi warganya di negeri tetangga.

” Semoga saja ada anggaran. Kami akan siapkan tim dan peralatan agar mereka memiliki identitas,” kata bupati berlatar belakang militer itu. (awa)