Temukan Kerugian Negara, Kejari Bulukumba Segera Tetapkan Tersangka Penjualan Tahura

oleh

BULUKUMBA,BI– Dalam waktu dekat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, akan menetapkan tersangka penjualan lahan Taman Hutan Raya (Tahura), di Kelurahan Tana Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.

Kejaksaan saat ini, telah menerima soft copy file hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Andi Thirta Massaguni, saat ditemui, di ruang kerjanya, Senin, 7 Januari 2019.

Hasil audit dari BPKP, kata Andi Thirta merupakan bukti kunci yang selama ini menghambat penetapan tersangka penjualan tanah negara tersebut.

“Kami sudah terima hasil auditnya via email. Jelas ada kerugian negara. Namun saya belum terima secara resmi file aslinya,” ujar Andi Thirta.

Andi Thirta belum menyebutkan kapan waktu pasti dilakukannya penetapan tersangka penjualan Tahura tersebut.

Namun yang pasti, kata pria kelahiran Kabupaten Bone itu, tersangka bakal dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Nanti kita infokan kapan waktu pastinya, yang jelas dalam waktu dekat ini. Kita akan kumpulkan seluruh penyidik dulu,” jelas Andi Thirta.

Sekadar diketahui, berdasarkan hasil penyidikan, dugaan tindak pidana korupsi dari penjualan lahan tahura seluas 41,5 hektare tersebut, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 3 miliar.

Sebanyak 20 orang saksi juga telah diperiksa oleh Kejari Bulukumba dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Kejari Bulukumba juga telah melakukan penggeledahan dua kantor, yakni Kantor Camat Bontobahari dan Kantor Lurah Tanah Lemo.

Dari hasil penggeledahan, tim penyidik Kejari Bulukumba menyita sejumlah dokumen penting, satu unit laptop, dan data surat masuk dan keluar. (awa)