Pembangunan Gedung Paripurna Baru Dinilai Bermasalah, DPRD Minta Pemkab dan Kontraktor Bertangung Jawab

oleh

BULUKUMBA,BI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba soroti bangunan gedung Paripurna baru, yang berada di jalan, Sulthan Hasanuddin, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba.

Bangunan baru yang menelan anggaran Rp 3,8 pada tahap ketiga itu dinilai tidak sesuai peruntukkannya, salah satunya Balkon yang dinilai bermasalah.

Ketua DPRD Bulukumba, A Hamzah Pangki memastikan, tamu undangan yang menempati balkon tersebut nantinya, tidak dapat melihat proses jalannya sidang, karena balkonĀ  tersebut tidak diperuntukkan untuk rapat.

“Model balkom ruang paripurna itukan diperuntukan agar tamu yang menempati tempat itu bisa melihat jalannya persidangan. Tapi kalau modelnya seperti ini, tentu yang terlihat hanya meja para pimpinan sidang saja,” ungkapnya.

Secepatnya, kata Hamzah akan segera memanggil Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (DP3) Bulukumba serta kontraktor pembangunan untuk bertangung jawab.

” Kita belum tahu siapa yang salah, makanya akan kita panggil, yang pasti Pemkab dan kontraktor pembangunan harus bertangung jawab,” kata ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba itu.

Selain itu, Hamzah mengaku pesimis jika pembangunan gedung baru yang dikerjakan oleh PT Fikri Persada bisa selesai tepat waktu, pasalnya hingga pekan ketiga di bulan November ini baru mencapai 70 persen.

“Pengerjaannya sudah enam bulan, ini terbilang lama. Kalau melihat kondisi saat ini, pengerjaan itu akan menyeberang ketahun berikutnya. Dinas terkait harus segera turun tangan,” tegasnya.(awa)