Manajemen Lion Air Berharap Penyebab Jatuhnya Pesawat JT-610 Tak Dispekulasi

oleh

JAKARTA, BI — Manajemen Lion Air meminta semua pihak untuk menghargai proses evakuasi yang masih dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Termasuk permintaan agar pihak Lion Air menanggung seluruh biaya diluar tanggungan, seperti biaya evakuasi oleh Basarnas dan tim, serta identifikasi di RS Polri.

“Saya mengimbau kepada teman-teman yang merasa atau menjadi pengamat penerbangan please respect kepada keluarga. Jadi jangan membuat satu statement, akhirnya ada keluarga yang merasakan sedihnya, kehilangan,” kata Managing Director Lion Air Group Daniel Putut di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu 4 November 2018 yang dikutip dari Kumparan.com.

Daniel mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan tim Basarnas. Dan tetap akan mendukung penuh proses evakuasi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kami harus koordinasi dengan semua pihak. Seperti diketahui, biasanya setiap kegiatan itu Basarnas melalui APBN. Kami support sesuai SOP Basarnas 7 hari. Jika kemudian ada perpanjangan lagi kami juga akan membantu,” ucap Daniel.

Maka dari itu, Daniel meminta seluruh pihak untuk sama-sama menunggu proses evakuasi dan identifikasi bersama.

“Jadi lebih baik sama-sama menunggu proses DVI di RS ini selesai, menunggu proses investigasi ini selesai, barulah ahli, pengamat tadi bicara bebas. Tapi please, hormati proses yang ada di RS, di SAR, di KNKT,” lanjutnya.

Sementara itu, Daniel menyampaikan saat ini operasional perusahaannya masih berjalan normal.

Termasuk juga kondisi keuangan, karena begitu banyak pengeluaran yang dibayarkan manajemen Lion Air setelah insiden ini, termasuk uang ganti rugi kepada seluruh korban.

Ia juga melihat tak ada penurunan penumpang yang signifikan.
Selain itu, manajemen akan kembali bertemu dengan pihak Boeing. Daniel menuturkan pihaknya akan kembali bertemu dengan Boeing untuk membicarakan bantuan informasi kepada pihak pabrik, hingga kelanjutan mengirimkan pesawat PK-LQP.

“Senin kita lanjutkan lagi untuk mendiskusikan beberapa hal, paling tidak nanti duduk dengan KNKT, apakah perlu support dari Boeing mengirimkan informasi ini ke manufacture atau pabrikan. Pokoknya saya juga minta Boeing untuk mensupport kami,” ujar dia.

“Mereka wait and see. Selalu mereka, Boeing, itu saklek hasil KNKT. Setelah KNKT tidak bisa menentukan baru tanya ke Boeing, Boeing nanti mau support,” pungkasnya. (SAN)