Lakpesdam NU Bulukumba Inisiasi Ranperdes Pencegahan Perkawinan Anak

oleh

BULUKUMBA,BI — Puluhan masyarakat Desa Bialo mengikuti kegiatan uji publik rancangan uji publik, Rancangan Peraturan Desa (Ranperdes) tentang Pencegahan Perkawinan Anak, Kamis, 25 Oktober 2018.

Kegiatan itu digagas oleh Pemdes Bialo bersama Lembaga Kajian dan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdatul Ulama (NU) Bulukumba, yang dirancang pada Hari Anak Nasional, Juli 2018 lalu.

Desa Bialo merupakan salahsatu desa yang terletak di Kecamatan Gantarang, atau sekitar 5 kilometer dari pusat kota Bulukumba.

Kepala Desa Bialo, Agusriadi Maula, mengatakan, uji publik Ranperdes ini merupakan kali pertama dilaksanakan di Bulukumba.

“Ranperdes ini merupakan uji publik yang pertama dilakukan, kami menghadirkan Hakim dari Pengadilan Agama Bulukumba Pak Mustamin dan Ibu Hj Megawati S, sebagai Bidan koordinator Kabupaten Bulukumba,” ujar Agusriadi Maula.

Agusriadi berharap, setelah Ranperdes tersebut diteken menjadi Perdes, November 2018 mendatang, diharapkan dapat menekan jumlah perkawinan anak di Bulukumba, khususnya di Desa Bialo.

“Kami tidak bisa pungkiri di sini masih terjadi perkawinan anak. Sehingga salah satu tujuannya setelah menjadi Perdes untuk masyarakat Bialo, supaya tidak terjadi lagi perkawinan anak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam Bulukumba, Muhammad Nur A’la, mengaku sangat bersyukur dengan dilaksanakannya uji publik tersebut.

Namun disisi lain, ia justru menyoroti Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gantarang, yang tak menghadiri kegiatan itu.

Padahal menurut A’la, dalam uji publik tersebut, seharusnya pihak Kemenag, dalam hal ini KUA Kecamatan Gantarang, harus terlibat dan berperan.

“Seharusnya Kemenag hadir dalam uji publik Ranperdes ini. Karena negara harus hadir di masyarakat sebagai bagian dari pelayan publik. Minimal memberi saran atau masukan,” sesal Daeng A’la, sapaannya. (*)