Klaim RSUD Bulukumba Tidak Dibayarkan, Humas BPJS: Bukan Hanya Bulukumba Tapi Seluruh Indonesia

oleh

BULUKUMBA,BI– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bulukumba,  menunggak utang sebesar Rp 12 Miliar kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Dg Radja Bulukumba.

Utang tersebut, merupakan tunggakan klaim jasa pelayanan kesehatan di bulan Agustus dan September 2018.

Menanggapi hal tersebut, Humas BPJS Kesehatan Bulukumba, Rina yang dikonfirmasi membenarkan adanya tunggakan di rumah sakit miliki Pemkab Bulukumba itu.

Hal tersebut dikarenakan BPJS mengalami defisit, diakibatkan pembayaran masyarakat yang tidak lancar.

” Bukan hanya di Bulukumba, namun dari Sabang sampai marauke ituji penyebabnya (defisit). Antara pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang,” kata Rina.

Rina mengakui pembayaran klaim ke RSUD Bulukumba terakhir dilakukan di bulan Juli 2018 kemarin. Yang dia janji, begitu BPJS memiliki dana akan segera dibayarkan.

” Pembayaran klaim tidak pernahji nginap di BPJS, langsungji dibayar. Tapi memang tidak ada uang, tanyamaki di rumah sakit lain kapan terakhir dibayar,” kata Rina.

Untuk kelancaran proses pelayanan, sambari menunggu pihak BPJS Kesehatan menyelesaikan tunggakan klaim, RSUD Bulukumba terpaksa harus ngutang ke Bank Syariah Mandiri Rp 11,7 miliar.

” Kita terpaksa ngutang karena BPJS tidak kunjung membayar utang, untuk memenuhi kebutuhan persediaan obat dan Bahan Habis Pakai (BHP),” kata Kasubag Humas dan Promosi Kesehatan RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, Gumala Rubiah.(awa)