Kejari Bulukumba Akan Tetapkan Tersangka Kasus Penjualan Tahura, Unsur Pemerintah Juga Ada

oleh

BULUKUMBA,BI— Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba dalam waktu dekat ini, akan segera menetapkan tersangka pada kasus penjualan tahura, di Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari.

Ada tiga unsur yang akan ditetapkan oleh Kejari menjadi tersangka, dari Pemerintahan yang meloloskan administasi penjualan lahan, masyarakat sebagai pihak pengklaim pemilik lahan, serta pengusaha sebagai pembeli lahan Tahura.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Kejari Bulukumba, Femi I Nasution yang ditemui Berita-indo.com, Senin, 3 Desember 2018 di ruang kerjanya.

Untuk menetapkan tersangka, Femi I Nasution mengaku sisa menunggu
hasil audit dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP)‎, untuk memastikan apakah ada kerugian atau tidak.

“‎Kita sudah ada target tersangka, itu berjumlah lebih dari tiga orang. Hanya saja ekspose baru akan kita lakukan setelah ada hasil audit dari BPKP, agar kita punya dasar penguatan untuk penetapan tersangka,” kata pria Batak bermarga Nasution ini.

‎Femi mengungkapkan, jika tim penyidik, untuk sementara menemukan kerugian negara Rp 30 Miliar, dari hasil pemeriksaan kepada 20 saksi atas kasus penjualan tahura seluas 41,5 Hektar itu.

“‎Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi. Dari pemeriksaan saksi ini kita menemukan, jika lahan tersebut dijual sebesar Rp15 ribu permeternya. Yang jelas kita pastikan pengusutan kasus ini tidak kita hentikan dan kita selesaikan hingga putusan pengadilan,” ungkapnya.

‎Sebelumnya pihak Kejari Bulukumba melakukan penggeledahan dua kantor, yakni Kantor Camat Bontobahari dan Kantor Lurah Tanah Lemo.

Dari hasil penggeledahan tersebut, ti‎m penyidik menyita sejumlah dokumen penting, satu unit laptop, dan data surat masuk dan keluar.(awa)