Kejaksaan Bulukumba Telusuri Penjualan Tahura, Kantor Camat Bonto Bahari Digeledah

oleh

BULUKUMBA,BI –Penyidik Satuan Tindak Pidana (Tipidsus), Kejari Bulukumba melakukan penggeledahan di kantor Kelurahan Tanah Lemo dan Camat Bonto Bahari, Kamis, 20 September 2018.

Hal ini dilakukan Kejaksaan Bulukumba, untuk melengkapi berkas perkara, terkait dugaan tindak pidana korupsi penjualan Taman Hutan Raya (Tahura).

Proses penggeladahan itu dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Femi Irvan Nasution yang melakukan pengumpulan berkas.

Menurut Femi, masih ada beberapa dokumen terkait dugaan penjualan lahan negara itu di kedua kantor tersebut.

“Alhamdulillah kami sudah temukan beberapa dokumen yang kami butuhkan untuk pembuktian kami pada berkas perkara,” kata Femi.

Proses penggeledahan kedua kantor tersebut berjalan selama kurang lebih lima jam.

Beberapa barang bukti yang disita oleh penyidik dalam penggeledahan tersebut, yakni satu unit laptop, data surat masuk dan surat keluar dan beberapa dokumen penting lainnya.

Camat Bontobahari, Dedi Rahmadi yang dimintai tanggapannya terkait penggeledahan tersebut mengaku tidak mempermasalahkan kegiatan itu.

Menurut Dedi, ini demi kepentingan penyidikan, sehingga mengharuskan untuk mengambil beberapa dokumen yang dianggap membantu proses.

“Dokumen-dokumen arsip kantor dan lainnya itu diambil semua. Ini demi kepentingan penyidikan dugaan penjualan tahura,” katanya.

Sebelumnya, Kejari Bulukumba telah memeriksa sedikitnya 12 orang sebelum meningkatkan status kasus ini ke dalam proses penyidikan.

Ada dari pihak dinas kehutanan, masyarakat setempat dan juga dari pihak balai.

Dari hasil temuan, sekitar 42 hektar lahan tahura diperjualkan untuk pembangunan tambak udang.

Saat dikonfirmasi berapa jumlah tersangka, Femi enggan membeberkan.

Namun ia memberikan bocoran, bahwa tersangka dalam kasus ini berasal dari tiga elemen, yakni dari masyarakat, swasta dan dari unsur pemerintahan. (awa)