Gunakan ADD Untuk Kepentingan Pribadi, Mantan Kades Bulolohe Terancam 15 Tahun Penjara

oleh
DITAHAN. Mantan Kepala Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba,A. Akmil mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Negeri, Kamis, 19 Juli 2018, saat akan dititip di Lapas Kelas II A, Taccorong, Bulukumba.

BULUKUMBA,BI — Mantan Kepala Desa Bululohe, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, Andi Akmil, terancam pidana 15 tahun penjata atas kasus korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) yang merugikan negara Rp 201.513.612.

Andi Akmil yang saat ini telah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba lantaran telah terbukti membuat laporan fiktif, untuk beberapa penganggaran di desanya, namun yang paling nampak adalah proyek pembangunan saluran irigasi di Dusun Balantieng Desa Bululohe, dan pengerasan jalan di Dusun Bentenge Desa Bululohe.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulukumba, M Ikhsan mengatakan, Andi Akmil terancam 15 tahun penjara, karena telah melanggar pasal 2 ayat 19 atau pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi atas perubahan UU no 20 tahun 2001.

“Fiktif tidak ada ampun mungkin kalau kekurangan volume pengerjaan masih bisa ditolerir. Karena bisa saja dikembalikan, namun ini tidak ada bangunan fisik sama sekali,” ujar M Ikhsan.

Dari hasil pemeriksaan Kejari, Andi Akmil telah mengakui perbuatannya, yakni menggunakan dana desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan pribadinnya.

M Ikhsan mengaku, akan secepatnya melayangkan surat ke Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, atas ditahannya Andi Akmil tersebut. Hal tersebut dikarenakan Andi Akmil tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Bulukumpa.

“Kita akan surati bupati atas penahanan ini. Karena statusnya sebagai PNS,” tambahnya.

Dalam kasus ini, Ihsan mengaku, tersangka bisa saja bertambah, jika dalam proses persidangan ada fakta baru yang akan muncul.(awa)