Gegara Tambang Ilegal, 708 Hektar Sawah Terancam Gagal Tanam di Ujung Loe

oleh

BULUKUMBA,BI– Sebanyak 708 hektar sawah di ke Ujung Loe, Bulukumba terancam gagal tanam di Desember 2018 ini.

Hal tersebut dikarenakan aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di Dusun Compeng, Desa Balong Kecamatan Ujung Loe, yang merusak hulu di sungai Balantikeke dan tidak mampu lagi mengairi persawahan warga.

” Saya bersama pak Desa Manjalling, Lukman dari memantau lokasi, disana (Hulu Sungai Balantikeke) terkerus akibat tambang ilegal. Kini hulu lebih rendah dan membuat air tidak mengalir lagi,” kata anggota DPRD Bulukumba, Andi Pangerang.

Di tiga desa kata Andi Pangerang, yakni Garanta,Balon dan Manjalling merasakan dampaknya. Dia takutkan jika terus begini, akan membuat pertumpahan darah di masyarakat, karena ribuan warga kehilangan mata pencaharian.

Andi Pangerang mengaku sangat prihatin akan ulah penambag ilegal yang dianggap tidak memperdulikan ekosistem, khususnya warga yang sangat membutuhkan air, untuk persawahan.

” Itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak ada kerjanya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba juga, meski kewenangan tambang di ambil provinsi tapikan yang dirusak Bulukumba, harus dong turun tangan,” kata legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.(*)

SIMAK VIDEONYA….