Gegara Bentrok, Keberadaan PKL Depan Stadion Bulukumba Akan Dievaluasi

oleh

BULUKUMBA,BI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba,  akan mengevaluasi keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada depan Station Mini, di Jalan Sam Ratulangi, Bulukumba.

Keberadaanya PKL disinyalir menjadi biang macet, serta tidak berdampak signifikan pada pendapatan daerah.

Rencana tersebut diusulkan anggota Komisi A, DPRD Bulukumba, Indrahayu Razak saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (SatpolPP dan Damkar), Selasa, 27 November 2018.

” Keberadaan PKL di depan Stadion harus dievaluasi, tidak ada tempat parkir pengunjung stadion, jadi parkir di jalan, ini biang macet,” kata Indrahayu Razak.

Belum lagi adanya masalah yang baru-baru ini terjadi, PKL dan SatpolPP yang bentrok karena masalah lahan, yakni PKL melanggar perjanjian karena melewati batas yang telah ditetapkan daerah.

” Ini baru masalah penambahan lahan, sudah bentrok, belum disuruh pindah karena daerah sudah mau gunakan. Sebelum jadi bubur lebih baik di pindahkan dari awal,” ujar legislator Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Dari awal, Indrahayu menilai Pemkab Bulukumba asal membangun saja, tanpa memikirkan dampaknya.
Seharusnya tidak membuka tempat para PKL menjual, namun merenovasi stadion mini.

” Apalagi 4 tahun mendatang Bulukumba akan menjadi tuan rumah Porprov, stadion mini akan menjadi salah satu venue cabang olahraga,” tambah Indrahayu.

Kepala Bapenda, Andi Sufardiman yang dikonfirmasi mengaku akan mengakaji ulang usulan DPRD, apakah perpanjangan depan stadion masih akan digunakan PKL atau tidak.

” Didepan Stadion itu mereka kontrak, kita akan kaji dulu rekomendasi DPRD yang tentu akan kita laporkan kepimpinan (Bupati Bulukumba),” kata Andi Sufardiman.(awa)