Festivalnya Ditolak, Wakerba Bulukumba Tantang Dai Muda Tutup Prostitusi di Bira

oleh
Ketua Wakerba Bulukumba,Mince

BULUKUMBA,BI — Forum Waria Kreatif Bulukumba (Wakerba), tantang Dai Muda untuk tutup tempat prostitusi di Bira. Dibandingkan kegiatan festival waria, prostitusi disebut lebih melanggar syariat Islam dan bisa mendatangkan murka Allah.

Tantangan itu datang dari Ketua Wakerba Bulukumba, Mince, pasca festival waria yang seyogyanya dilaksanakan, di Dusun Borong Loe,Desa Benteng Gantarang, Kecamatan Gantarang, Minggu,7 Oktober 2018, ditolak Dai Muda.

” Dari pada mengurusi kegiatan Waria, seharusnya Dai Muda fokus kepada tempat-tempat Prositusi saja untuk segera ditutup,” kata Mince.

Mince mengaku kecewa akan sikap Dai Muda dan menganggap cara berfikir  para tabligh tersebut sempit.

Kegiatan festival waria menurut Mince tidak menodai nilai-nilai agama Islam, hanya sekedar silatuhrahmi dengan masyarakat, dan memamerkan kreativitas para waria.

” Hampir semua pesta pernikahan yang ada di Kabupaten Bulukumba ini dirias sama Waria, bagaimana kalau itu juga dilarang. Supaya yang merias nanti dari kaum Dai saja”,kesal Mince.

Selain menutup prostitusi, Mince juga menentang Dai Muda untuk duduk bersama, untuk melakukan debat dan diskusi.

” saya pernah menantang Ketua Dai Muda¬†Bulukumba,Ikhwan Bahar untuk duduk bersama dan diskusi terkait dimana letak kesalahan organisasinya, tapi tidak datang. Sampai sekarang kami selaku Ketua Wakerba menunggu undangan atau panggilan dari Dai Muda untuk berdialog,” tutupnya.

Sekadar diketahui, Dai Muda melalui ketuanya, Ikhwan Bahar menolak tegas festival waria, pertimbanganya karena Bulukumba memiliki Perda keagamaan, selain itu, acara festival dianggap ilegal karena izin dari Polsek Gantarang untuk pernikahan saja bukan festival, selain itu dengan dilaksanakannya festival akan memberi contoh yang buruk bagi generasi Bulukumba.

” Kami sudah komunikasi dengan para tokoh agama setempat dan aparat, ini ilegal dan melabrak aturan, maksiat yang dibiarkan akan mengundang murka dan bencana, kami akan cek dilapangan bersama aparat kepolisian dan TNI, dan jika tetap dipaksakan untuk diadakan, kami akan Bubarkan,” kata Ikhwan Bahar.(awa)