Efisiensi Anggaran, Usulan Perubahan RPJMD Bulukumba Ditunda DPRD

oleh

BULUKUMBA,BI — Rencana pemerintah kabupaten Bulukumba, untuk merubah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021, ditunda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Usulan perubahan, oleh Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Bulukumba itu, ditolak DPRD saat Pembahasan Ranperda Pertanggunjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017, di ruang komisi B, Sekretariat DPRD Bulukumba, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Ketua DPRD Bulukumba, A. Hamzah Pangki yang dikonfirmasi membenarkan penundaan RPJMD lima tahunan tersebut.

Menurut Hamzah, penundaan RPJMD di lakukan DPRD, guna mengefisienkan anggaran daerah. Mengingat nantinya pasti akan kembali dirubah, pasca pelantikan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) terpilih.

” Efisiensi, apalagi defisit kita kan, supaya tidak kerja dua kali. Sisa berapa bulan lagi, karena pasti akan menyesuaikan program Provinsi Sulsel. Kerja dua kali dong,” kata Hamzah saat ditemui disela-sela pertemuanya dengan anggota Paskibra Bulukumba, di ruang paripurna Sekretariat DPRD.

Hamzah mengaku tidak ingin disalahkan, penundaan yang dia lakukan karena semata menaati aturan, sebagaimana diatur dalam UU no 25 tahun 2010 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, dan UU 23 tahun 2014 Tetang pemerintahan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bappeda Bulukumba, Ali Saleng menuturkan jika penting dilakukan  perubahan RPJMD. Karena jika tidak, akan mengikuti perencanaan sebelumnya yang dinilai akan berdampak pada pendapatan daerah.

” Kelembagaan kita masih menggunakan yang lama. Ditakutkan jika tidak segera disesuaikan, mempengaruhi pencapaian yang akan kita dapat,” kata Ali Saleng.

Namun dirinya menerima jika perubahan RPJMD ditunda sementara, sambil menunggu program dari pemerintah Provinsi Sulsel, agar lebih selaras dengan program daerah.(awa)