DPRD Bulukumba Pastikan Pembangunan Tahap II Jembatan Sungai Bialo Batal

oleh
MENJADI SOROTAN. Bangunan Jembatan Bialo tahap awal yang menelan anggaran Rp 10,5 Miliar menjadi sorotan, hal tersebut dikarenakan bangunan yang sudar retak-retak sebelum tahap II berlanjut.

BULUKUMBA,BI — Sekretaris Komisi C DPRD Bulukumba, H Patudangi Azis, memastikan tidak akan menganggarkan pembangunan tahap II jembatan Sungai Bialo.

Menurut Patudangi, solusi yang tepat untuk jembatan yang bakal menghubungkan Kampong Nipa di Kelurahan Bentenge dengan Jl Menara di Kelurahan Tanah Kongkong itu, yakni
membangun pemecah ombak. Hal tersebut untuk mengamankan aset, yakni oprit dan abutment jembatan.

” Rusak jembatan kalau dipaksakan melanjutkan pembangun, harus dibangun penahan ombak dulu. Tidak bisa dianggarkan kalau begini,” jelas legislator Partai Gerindra itu.

Patudangi juga meminta Pemkab Bulukumba untuk menagih kontraktor atas keterlambatannya.

Senada diungkapkan Legislator Golkar, H Abu Thalib mengatakan, walaupun hingga pergantian bupati baru, pembangunan tidak dapat dilanjutkan jika tidak ada perbaikan pada pembangunan tahap pertama jembatan tersebut.

Menurut Abu Thalib, jika dipaksakan hanya akan membuang-buang anggaran saja.

“Tidak boleh dibangun kalau tidak ada perbaikan. Biar sampai ada bupati baru,” jelas Abu Thalib.

Sekadar diketahui, Kontraktor proyek pembangunan tahap satu jembatan tersebut telah didenda dan dilakukan pemutusan kontrak.

Denda tersebut dikarenakan pengerjaan jembatan tahap pertama tahun 2017, tidak rampung 100 persen, sesuai target yang telah ditentukan.(awa)