DPMD Bulukumba Boyong Staf Desa ke Bali, Lagi Ngapain Yah?

oleh

BALI,BI — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bulukumba ramai-ramai berkunjung ke Bali.

Mereka tidak sedang berlibur, melainkan untuk mengikuti Teknologi Tepat Guna (TTG), serta Temu Karya Nasional (TKN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transformasi (DPDT) RI di GWK pulau Dewata Bali.

Dikegiatan yang dilaksanakan 19 hingga 21 Oktober tersebut, DPMD memboyong 98 orang, diantaranya Inspektorat, Tim Penggerak PKK, serta 30 perwakilan desa di Bulukumba.

Dalam kegiatan TKN, Bulukumba memajang beberapa hasil bumi dan beberapa hasil tangan masyarakat Bulukumba, seperti bosara atau wadah kue, serta sarung tenun dari Bira yang dijual Rp 250 hingga Rp 1 juta perlembar.

” “Bosara”, salah satu kerajinan tangan dari Bulukumba yang dipamerkan dalam Temu Karya Nasional Gelar TTG dan PINDESkel Tahun 2018 di GWK Bali 19-21 Oktober 2018, tulis Ketua TP-PKK Bulukumba, Siti Isniyah, dalam akun Facebooknya.

Staf Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, Muh Irham Lahia yang dikonfirmasi, mengatakan jika kunjungan mereka merupakan undangan Kementerian DPMD, yang dibuka langsung presiden Joko Widodo.

” Pameran yg dilaksanakan di Bali juga  hadir Desa Kambuno sebagai juara satu lomba desa tingkat provinsi, untuk lomba cerdas cermat desa tingkat nasional,” tulis Irham melalui pesan WhatsAppnya.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DPMD Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari yang dikonfirmasi mengatakan, kegiatan TTG ini merupakan agenda nasional yang di laksanakan setiap tahun oleh Kementrian
DPDT. Tahun ini Bali dapat giliran menjadi tuan rumah.

Melalui kegiatan ini, wanita yang akrab disapa Andi Uke mengharap, agar desa di Bulukumba dapat melakukan inovasi- inovasi terhadap peningkatan kemandirian desa, dengan belajar dari desa lain di seluruh indonesia.

” Dengan dana desa diharapkan pemerintah desa dapat menuntaskan kemiskinan di wilayahnya,” terang Andi Uke.(awa)