Disegel, Aktivitas Belajar Mengajar SMPN 22 Bulukumba Diliburkan

oleh
LIBUR. Siswa dan Siswi SMPN 22 Bulukumba, Kamis 30 Agustus 2018 libur. Hal tersebut dikarenakan sekolah mereka disegel oleh orang yang mengaku pemilik lahan.

BULUKUMBA,BI — Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 22 Bulukumba terpaksa dilburkan. Hal tersebut dikarenakan sekolah mereka disegel oleh masyarakat yang mengaku pemilik lahan, Kamis, 30 Agustus 2018.

Penyegelan tersebut dipicu akibat Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba, belum membayar ganti rugi lahan seluas 9.436 meter persegi tersebut.

Sementara hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba telah memenangkan pihak Hj Andi Asiah, sebagai pemilik lahan yang diatasnya berdiri bangunan sekolah, di
di Dusun Ganta, Desa Bonto Biraeng, Kecamatan Kajang.

“Kita tutup ini sekolah karena hingga saat ini belum dilakukan ganti rugi. Padahal sesuai proses perdata di PN Bulukumba, kami pemilik lahan yang sah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Ahmad Djanuaris yang telah meninjau langsung lokasi sekolah, menyayangkan aksi tersebut. Pasalnya, Pemkab Bulukumba telah melakukan banding.

“Ini kan masih berproses, karena Pemkab telah melakukan banding,” singkatnya.

Sekadar diketahui, perkara tersebut terdaftar di PN Bulukumba dengan nomor register 1/Pdt.G/2018/PN Blk, tertanggal 11 Januari 2018.

Sebelumnya, PN Bulukumba juga telah memediasi kedua belah pihak, namun menemui jalan buntu karena penggugat bersikukuh meminta ganti rugi sebesar Rp 3,8 miliar.

Asisten Administrasi Umum Setda Bulukumba, Andi Syamsul beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa permintaan penggugat sangat tidak masuk akal sehingga proses perdata di PN Bulukumba tetap berlanjut.

Dalam kasus ini,  Bupati Bulukumba, Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Kepala SMP Negeri 22 Bontobiraeng Kecamatan Kajang, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional, tercantum sebagai tergugat.(awa)