Disebut Tidak Ada Hasil Kerja, Anggaran BNK Bulukumba Dipangkas

oleh

BULUKUMBA,BI–  Anggaran Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bulukumba di tahun 2019 mendatang, nampaknya tidak akan mengalami perubahan dibanding tahun 2018.

Usulan BNK yang meminta Rp 350 juta dipangkas DPRD Bulukumba, menjadi  Rp 150 juta saja, saat rapat Badan Anggaran (Banggar) yang dilaksanakan di ruang paripurna, sekretariat DPRD Bulukumba,  Senin, 10 Desember 2018.

Pemangkasan anggaran tersebut dilakukan DPRD Bulukumba dikarenakan BNK disebut tidak miliki uotput atau hasil kerja, terbukti masih maraknya penyalahgunaan narkoba di kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi.

” Apa kerjanya BNK, sejauh mana langkahnya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Jangan hanya meminta tapi tidak ada outputnya,” kata Panitia Banggar Andi Arman.

Belum lagi HIV/AIDS kata Arman, salah satu dampak narkoba. BNK harus kerja keras ,agar Bulukumba yang saat ini urutan ketiga se-Sulawesi Selatan penyebaran HIV/AIDS tidak disandang lagi.

Ketua Komisi B itu meminta, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bulukumba menyaring setiap proposal yang masuk, untuk dibantu anggaran melalui dana Hiba.

” Kita harus berhitung dulu dan menyaring, apa yang mereka kerja, apakah anggaran yang diminta sudah sesuai kinerja atau tidak. Samakan saja anggaranya seperti tahun lalu,” ujar Arman yang disambut ketukan palu ketua DPRD Bulukumba,Andi Hamzah Pangki.

Ketua TAPD Bulukumba, Andi Mappiwali mengaku, jika usulan BNK Rp 350 juta sudah terbilang sedikit, pasalnya dalam pekerjaannya ada Pencegahan narkotika, pendampingan pada pengguna agar tidak lagi menggunakan narkoba.

” Proposalnya telah masuk, dan usulanya Rp 350 juta,” kata Mappiwali.(awa)