Dinyatakan Pulih, 7 Pasien Rumah Sakit Dadi Dipulangkan ke Bulukumba

by
SANTAI. R(38) salah satu ODGJ (Orang Dengan Gangguang Jiwa) yang telah dipulangkan dari Rumah Sakit Dadi, kini tinggal di Kantor Dinas Sosial Bulukumba.

BULUKUMBA,BI — Sebanyak 7 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dadi, Makassar dipulangkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Bulukumba. Mereka dipulangkan pasca dinyatakan sehat dan dapat berbaur kembali dengan lingkungan masing-masing.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos Bulukumba, Andi Sudirman Patikai mengatakan, dari 28 Orang Dengan Gangguang Jiwa(ODGJ) asal Bulukumba yang sebelumnya dirawat di RSJ Dadi Makassar, enam di antaranya sudah diterima di keluarga masing-masing, satu orang yakni R (38) masih tinggal di rumah singgah Dinsos Bulukumba untuk dibina, karena belum diterima keluarga karena trauma.

“Karena dianggap masih membutuhkan obat-obatan untuk dikonsumsi rutin dan hubungan R dengan keluarga kurang harmonis karena pernah memburu parang ibunya, makanya belum dipulangkan” jelas Sudirman.

Di 2018 ini, ODGJ yang terjaring oleh Dinsos sebanyak 28 orang, 2017 tercatat sebanyak 50 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besarnya sudah dipulangkan karena dianggap mulai pulih, sedangkan 20 orang lainnya yang dikirim pada 2017 di RSJ Dadi masih menjalani perawatan.

Selain R, Sudirman mengatakan ada 3 OGDJ lain yang tinggal di rumah singgah Dinsos yang berada di Desa Taccorong, adalah B (70) yang dipersiapkan untuk dirujuk ke RSJ, dan S (58), dan I (45).

Dari keempatnya, kata Sudirman yang paling parah S, karena bermasalah dengan ingatannya. Mudah lupa dan kadang membuka pakaian. Untuk kesehatan kejiwaan keempatnya, pihak Dinsos memilih untuk mengikuti apa yang membuat mereka nyaman agar gangguan kejiwaannya tidak bertambah.

“Seperti R, itu maunya pakai pakaian PNS dan menginap dikantor, jadi dia tidur di sini. Sedangkan S dititip dirumah singgah kadang nginap juga dikantor karena takut menganggu warga sekitar, mengingat rumah singgah tidak punya pagar, kalau tidak sadar telanjang kan bahaya, disini banyak yang kontrol jadi tidak sampai telanjang,” jelas Sudirman.(rin)