Bendahara DPRD Gelapkan Uang Rp 628 Juta

oleh

BULUKUMBA,BI — Inspektorat Bulukumba menemuka kerugian negara sebesar Rp 628 juta, yang digelapkan oleh Bendahara Keuangan DPRD Bulukumba, Asmawati.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Bulukumba, Andi Mappiwali, mengungkapkan, pihaknya masih memberi kesempatan bagi bendahara mengembalikan uang yang hilang, namun dia harus kembali sebelum audit keuangan Tahun Anggaran (TA) 2017 dilakukan. Uang tidak dapat di pertanggungjawabkan, sebab dana Rp 628 juta sudah digunakan hanya laporan kegiatan pertanggungjawaban tidak ada.

“Iya, ini harus kembali sebelum audit,” ujarnya.

Menurut dia, hal ini masuk dalam status sebagai penggelapan, karena tidak bisa dipertanggungjawabkan sedikitpun. Padahal, setiap pengeluaran harus ada laporannya, apalagi uang Negara maka wajib ada buktinya. Saat ini, Asmawati juga dipercaya sebagai bendahara Panwaslu Bulukumba untuk pilkada Gubernur Sulsel 2018.

“Saya minta Sekwan menyita surat-surat yang berharga bendahara sebagai jaminan. Kalau sudah kembali, kita kembalikan. Ini kan harus kembali,” katanya.

Mappiwali menjelaskan, Asmawati sudah mengakui atas perbuatannya, bahkan sudah menandatangani surat pengakuan dan bersedia mengembalikan. Hanya saja, secara keseluruhan uang yang diambil mencapai Rp628 juta, namun dia sudah kembalikan sebagian yakni Rp128 juta, sekarang tinggal Rp500 juta.

“Dalam waktu dekat, dia harus selesaikan. Kalau tidak, kita akan bawah masalah ini ke proses hukum,” kata mantan Kabag Keuangan Pemkab Bulukumba ini.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Bulukumba, Daud Kahal, mengatakan, pihaknya belum berani menyebutkan jika hal ini merupakan kerugian negara, karena baru dugaan sementara. Inspektorat dan BPK juga belum memastikan hal tersebut, sebab akan ada audit dari Inspektorat dan BPK, termasuk pemeriksaan khusus di DPRD agar semuanya clear dan mengetahui duduk permasalahanya.

“Surat Pertanggun Jawaban (SPJ) Fungsional dan rekonliasi belanja menemukan adanya perbedaan. Untuk itu, sebelum menjadi temuan harus dikembalikan bagaimanapun caranya. Bersangkutan sudah siap dan telah membuat surat peryataan didepan tim Inspektorat,” jelasnya.

Daud mengaku akan melakukan pendekatan secara kekeluargaan supaya uang tersebut dikembalikan. Saat ini sebanyak Rp350 juta yang telah dikembalikan. (rin)