Banyak Kasus Mandek, Kejari Bulukumba Diduga Masuk Angin

oleh

BULUKUMBA,BI — Aliansi Pemuda Bersatu Rakyat Bulukumba meminta, Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba, Muh. Ihsan angkat kaki dari kabupaten berjuluk Bumi Panrita Lopi. Hal tersebut dikarenakan banyak kasus yang madek, diduga karena masuk angin.

Hal tersebut diungkapkan Penanggunjawab unjuk Rasa,Muh Ferdi Ansar saat menggelar aksi Selasa, 17 April 2018, di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba.

Ferdi mengatakan, selama kepemimpinan Kajari Bulukumba, Muh. Ihsan belum ada kasus yang diselesaikan, justru menurutnya kebanyakan mandek.

“Banyak kasus korupsi di Bulukumba yang mandek, seperti kasus TIK Dinas pendidikan misalnya, tersangkanya sudah ada tapi hanya dibiarkan begitu saja. Kalau tidak bisa selesaikan, silahkan angkat kaki dari Bulukumba,” Jelas Aktivis NU itu.

Senada diungkapkan, Aktivis lainnya, Musafir, yang mengaku banyak kasus di Kejari Bulukumba tidak berjalan, salah satunya kasus kapal dan pengadaan motor yang telah menetapkan tersangka, yang dia duga menjadi sapi perahan oleh oknum Kejaksaan.

” Banyak cerita saya dengar dari warung kopi, kalau Kejaksaan sengaja menahan kasus, karena menjadikan tersangkanya kredit berjalan,” ujar Musafir.

Pada aksi yang berjalan kurang lebih dua jam itu, mendesak Kajari untuk menemui para pengunjuk rasa, namun tidak ditemui dikarenakan tidak berada ditempat.

BERSITEGANG. Penanggunjawab unjuk Rasa,Muh Ferdi Ansar bersitegang dengan Staf Kejaksaan Negeri Bulukumba saat memaksa masuk keruangan kerja Kajari Bulukumba,Muh. Ihsan, Selasa,17 April 2018.

Para Demostran yang emosi terus dijanji untuk menyelesaikan kasus, masuk kekantor Kejari Bulukumba untuk memastikan Kajari, Muh Ihsan, betul-betul tidak berada ditempat, namun benar tidak di ruang kerjannya.

Mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar, dengan massa yang lebih banyak setiap harinya, hingga Kejari Bulukumba, Muh. Ihsan menemui mereka.(rin)