Adik Tersangka Kasus Bedah Rumah di Laikang Sebut Kejaksaan Tebang Pilih

oleh

BULUKUMBA,BI — Warnidah, adik Ramli tersangka kasus Bedah Rumah di Kelurahan Laikang, Kecamatan Kajang, Bulukumba, meminta Kejaksaan tidak tebang pilih dalam melakukan penangkapan.

Pada kasus tersebut, Warnidah mengatakan jika kakaknya menjadi korban, yang dilakukan oleh oknum yang memiliki kuasa pada bantuan dari Menteri PUPR itu.

Dirinya tidak terima jika hanya kakanya yang ditersangkakan, padahal ada oknum yang lebih banyak menerima aliran dana renovasi rumah masyarakat berpenghasilan rendah di Kelurahan Laikang, Kajang.

“Kakakku ini korban. Dia hanya disuruh, dia tidak tahu masalahnya. Kejari jangan tebang pilih. Ada pelaku yang dapat uang banyak selain dia (Ramli,red),” ujarnya saat kakanya di bawah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Bulukumba, Rabu, 9 Mei 2018 siang.

Dia memeluk erat saudaranya yang mengenakan rompi tahanan merah itu, saat berjalan keluar dari kantor Kejari Bulukumba di Jl Rambutan, Kelurahan Loka.

“Saya pertanyakan, kenapa tidak diungkap pencairan tahap awal. Padahal lebih banyak kerugian. Justru pencarian yang kedua, yang kerugian negaranya tidak begitu banyak, yang malah diusut,” jelas Warnidah, bercucuran air mata.

Kasi Intelejen Kejari Bulukumba, Sarwanto menyebutkan, bahwa kasus tersebut terus berproses, yang tidak menutup kemungkinan ada ada tersangka lain yang akan menyusul.

Ini terus berproses, kemungkinan ada tersangka lain pada kasus ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Ramli yang berstatus Sub Supplier ditahan bersama Supplier bernama HA Nurhidayah.

Keduanya telah ditetapkan tersangka, Rabu, 9 Mei 2018, pasca kasus tersebut masuk ketahap penyidikan sejak Februari 2018 lalu.

Keduanya terbukti telah merugikan negara kurang lebih sebesar Rp387 juta dari total anggaran Rp1,7 miliar, yang dianggarkan Kementerian PUPR 2013 lalu.

Kini, hukuman minimal empat tahun penjara menanti kedua tersangka tersebut. (rin)