oleh

Penuh Intrik Kecurangan, Kader Golkar Bulukumba Tolak Hasil Musda 

BULUKUMBA,BI– Nirwan Arifuddin terpilih secara aklamasi di Musda X , Golkar Bulukumba, Minggu, 29 Agustus 2021, di Hakuna Matata, Pantai Bira, Bulukumba.

Meski demikian, kemenangan Nirwan Arifuddin nampaknya tak mulus, karena beberapa kader Golkar mengecam Musda yang dianggap penuh intrik kecurangan.

Penolakan hasil Musda salah satunya datang dari Nasri Tabba, yang merupakan satu dari 6 calon Ketua Golkar Bulukumba yang mendaftarkan diri.

Untuknya itu dia meminta pembatalan hasil Musda, jika tidak dilakukan, Nasri Tabba mengaku akan mundur dari partai yang menjadi rumahnya selama 15 tahun ini.

” Saya letting di Golkar sama Marsuki Wadeng (Sekretaris DPD Golkar Sulsel), sudah 15 tahun, namun terpaksa saya akan tinggalkan jika hasil Musda tak dibatalkan,” kata Nasri Tabba.

Bukan hanya dirinya, dia bersama gerbong pengurus di masa Hamzah Pangki katanya juga akan ikut, yang berjumlah 5616 pengurus.

” Semuanya akan ikut, pengurus DPD II itu 106 orang, ditambah pengurus kecamatan 75 per kecamatan dikali 10 dan 35 orang perdesa dikali 136 desa, totalnya 5616 orang,” kata Nasri Tabba.

Wakil Ketua Bendahara Golkar Bulukumba di masa periode A Hamzah Pangki itu mengaku, jika Musda dari awal pelaksanaanya dianggap bermasalah.

Salah satunya, penggantian Pimpinan Kecamatan (Pimca) yang merupakan pemilik suara sah pada Musda Golkar digantikan oleh orang-orang Nirwan Arifuddin, agar menang di Musda.

Yang parahnya, penggantianya itu direstui oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe dan membiarkan kegaduhan ditubuh Golkar Bulukumba.

Itu menandakan ketidak mampuan Taufan Pawe dalam mengurusi organisasi, sehingga dia meminta agar DPP Golkar memecat Taufan Pawe karena menjadi biang kerok kegaduhan.

“Pak Airlangga orang Baik, tapi jika Golkar di sulsel selalu gaduh, pasti berpengaruh kepencalonan presiden di sulsel 2024,” kata Nasri Tabba.(Abf)