oleh

Mengendap Dikolektor, Tunggakan PBB di Bulukumba Capai Rp 23 Miliar

BULUKUMBA,BI– Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Bulukumba mencapai Rp 23 Miliar lebih. Anggaran tersebut diduga mengendap atau tersimpan dikolektor.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bulukumba, Andi Mappiwali saat ditemui Berita-Indo.com, Selasa, 27 Juli 2021.

Anggaran sebesar Rp 23.146.193.584 tersebut kata Mappiwali, merupakan PBB yang menunggak sejak 2015 hingga 2020 lalu.

Yang rerata setiap tahunnya Rp 4 Miliar mengendap di desa.

” Tunggakan ini harus segera dilunasi, karena bisa saja Inspektorat tidak mengeluarkan bebas temuan untuk ikut kembali Pemilihan Kepala Desa (Pilkades),” kata Mappiwali.

Pihaknya, kata Mappiwali telah mengambil langkah – langkah untuk menindaki desa  desa yang belum membayar pajak atau menunggak.
Dengan bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Kejaksaan.

“Jadi pihak kejaksaan dan kepolisian untuk saat ini melakukan pemeriksaan kepada desa – desa yang menunggak PBBnya. problem saat ini kenapa PBB masih banyak menunggak, dikarenakan kolektor tidak melapor ke Dispenda, meskipun masyarakat telah bayar pajak dan diserahkan ke kolektor,” sesalnya.

Dia berharap ke depan, desa segera melunasi semua tunggakan, dan ketika ada beberapa obyek yang tidak jelas segera melaporkan ke Dinas Pendapatan Daerah.(Abf)