oleh

Irwan Nasir Calon Ketua Pertama Daftar di Musda Golkar Bulukumba

BULUKUMBA,BI– Pasca pendaftaran calon ketua Golkar dibuka, Senin, 26 Juli 2021, Irwan Nasir menjadi orang pertama yang mendaftarakan diri.

Saat mendaftar, Irwan Nasir  mengenakan baju berwarna kuning, didampingi 3 pimpinan kecamatan mengambil formulir di sekretariat Golkar Bulukumba yang berada di jalan, Jenderal Sudirman Bulukumba.

Disela-sela mengambil formulir, pria yang akrab disapa Iwan Jarak itu mengaku ingin mengembalikan kejayaan Golkar Bulukumba dengan pola memanusiakan pengurus, menghargai pengurus, memberikan kewenangan penuh ke korcam dan Kordes

” Intinya saling menghargai. Jika saya dipercayakan menjadi ketua, semua harus dikembalikan kefungsi masing-masing,” kata Iwan Jarak.

Ketua Badan Saksi Nasional Partai Golkar Bulukumba itu mengaku, ingin memberikan akomodasi pada setiap pengurus ditingkat kecamatan jika nanti terpilih menjadi nahkoda Golkar Bulukumba.

Selain Irwan Nasir, tiga calon lainnya juga turut mengambil formulir, mereka adalah Andi Sukri Sappewali yang diwakili oleh Andi Danial, Andi Hamzah Pangki yang diwakili oleh Andi Mansur, dan H Abu Thalib yang diwakili oleh Andul Salam.

Ketua Panita Musda Golkar Bulukumba, Arkam Buhari yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pendaftaran calon dibuka selama dua hari. Yakni, 26 hingga 27 Juli besok.

Mereka yang telah mengambil formulir diwajibkan melengkapi berkas 28 hingga 29 juli mendatang.

Salah satu berkas yang wajib disedarkan saat mengembalikan formulir yakni menyertakan dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara.

Mereka yang akan memilih Yakni 10 pimpinan kecamatan, orgnisasi pendiri dan didirikan, DPD II, DPD I, yang keseluruhannya sebanyak 16 suara sah.

” Surat dukungan ini merupakan hal wajib, jika tidak, maka calon dianggap gugur,” kata mantan anggota DPRD dua periode itu.

Begitupun bagi mereka yang memiliki diskresi, juga wajib memiliki dukungan 30 persen.

” Diskresi itu hanya menggantikan, domisili bagi mereka yang tidak tinggal di Bulukumba, punya hubungan darah dengan kader partai lain, dan tidak cukup lima tahun berpartai Golkar,” jelas Arkam Buhari.

Andi Hamzah Pangki yang dikonfirmasi membenarkan jika dirinya telah mengambil formulir.
Meski ada aturan yang mebatasindirinya, yakni memiliki saudara di partai lain.

Dirinya mengaku, dalam regulasi yang mengatur pencalonan, dia tidak butuh diskresi pasalnya dirinya lolos sewaktu pencalonan di 2015 silam.

” Saya sudah konsultasi ke DPP, saya tidak memiliki sudara sedarah di partai lain, karena saya berbeda ibu,” kata Hamzah Pangki.(Abf)