oleh

Aktivis Bulukumba Dikatai Goblok, Musafir Melapor ke Polda Sulsel

BULUKUMBA,BI– Aksi Dirfan Susanto yang mengatai aktifis Bulukumba goblok di media sosial facebook, 19 Juli 2021 berbutut panjang.

Beberapa aktivis di Bulukumba geram, salah satunya Musafir yang tak hanya melapor di Mapolres Bulukumba, namun juga melapor ke Mapolda Sulsel, Jumat, 23 Juli 2021.

Selain pribadi, Musafir juga melapor secara kelembagaan, yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi, atas kasus pencemaran nama baik aktivis di Bulukumba.

Itu merupakan buntut dari unggahan Dirfan Susanto, di akun facebook pribadinya @Dirfan Susanto Dirfan.

Melalui akunya tersebut, @Dirfan Susanto Dirfan, menayangkan video siaran langsung melalui platfon facebooknya selama 8 Menit,7 detik.

” Ini aktivis Bulukumba juga goblok, kenapa saya katakan goblok. Kenapa mau nubebaskan aktivis Bantaeng tolo, bagaimanakah itu jagonya orang Bantaeng,” ucap Dirfan Susanto disalah satu potongan videonya.

Dalam videonya tersebut, Dirfan yang hanya mengenakan baju kaos berwarna putih banyak menyebut beberapa pihak, salah satunya menuduh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, menunjuk H Tiro sebagai supplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Yang padahal, beras milik H Tiro tidak layak konsumsi, sudah berubah warna atau menguning.

“Iya saya sudah laporkan tadi. Ini melukai hati aktivis dan masyarakat Bulukumba, atas kasus dugaan pencemaran nama baik melalui Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Musafir.

Pria yang dijuluki mantan demonstran itu, berharap Polda Sulsel bisa mengusut tuntas laporannya.

Pasalnya, postingan Dirfan Susanto telah membuat gaduh warga Kabupaten Bulukumba.

“Saya sisa menunggu proses hukumnya. Kami harap ini diproses polisi. Kita tidak mau hal seperti ini terjadi lagi, apalagi penyampainnya dilakukan di ruang publik. Ini contoh yang tidak baik,” tambahnya.

Musafir mengaku akan mengawal kasus ini hingga memiliki ketetapan hukum yang jelas.

Jangan sampai, lanjut dia, berkas laporannya hanya menjadi tumpukan sampah di Mapolda.

“Jadi tolong pak polisi, kami tidak ingin main hakim sendiri. Makanya kami berharap polisi sebagai pihak terkait bisa turun tangan,” pungkasnya.

Haji Tiro yang namanya juga dicatut dalam video tersebut, mengaku juga telah melapor ke Polres Bulukumba. Ia menyebut jika nama baiknya telah dirusak oleh Dirfan Susanto.

Karena dalam video itu ia dituding telah mendiatribusikan beras kuning.

Selain itu, ia disebut sebagai supplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atas rekomendasi Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf.

“Saya difitnah, karena saya bukan supplier. Saya hanya produsen beras. Terserah supplier yang ditunjuk di program BPNT ini mau ambil beras saya atau tidak. Tidak ada juga urusannya ini dengan bupati Bulukumba,” jelas Aji Tiro menambahkan.

Olehnya itu, Aji Tiro berharap agar kasus ini diproses oleh pihak kepolisian dengan serius.(Abf)