oleh

Mau Berobat, dr Risal: Tak Perlu Lagi Daftar di Rumah Sakit

BULUKUMBA,BI– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HA Sulthan Dg Radja Bulukumba terus lakukan pembenahan dalam melakukan pelayanan.

Salah satunya upaya yang akan dilakukan manajemen rumah sakit di tahun 2021 mendatang yang akan menuju pelayanan rumah sakit yang berbasis digital.

“Dengan sistem digitalisasi ini, nantinya tidak ada lagi yang menggunakan kertas. Semua berbasis digital. Elektronik dan komputerisasi,” kata Plt Direktur RSUD Bulukumba, Dr.H.Risal Ridwan Dappi kepada Wartawan, Senin, 5 April 2021.

Bahkan kata dr Rizal, pasien yang akan berobat tidak perlu lagi datang di pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk mendaftar.

” Jadi tidak perlu lagi mengantri lama, sisa mendaftar lewat online saja. Termasuk penggunaas kertas kedepanya tidak ada lagi,”kata dr Rizal.

Dr Risal menuturkan, digitalisasi tersebut, berawal dari ide bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, yang menginginkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Awalnya memang pak bupati yang mau agar ada digitalisasi pelayanan. Dan sekarang sudah mulai dikerja. Untuk tahap awal, laboratorium dan SIMRS,” katanya.

Ia menambahkan, nantinya kalau pelayanan sudah berbasis digital, maka akan memudahkan pasien yang berobat. Khususnya, yang berdomisili di desa-desa yang jaraknya jauh dari kota Bulukumba.

“Pasien sudah akan mengetahui, kapan jadwalnya atau hari apa akan dilayani pengobatannya. Termasuk dokter siapa yang menanganinya. Jadi nanti dia (pasien) akan datang pada hari dan jam yang sudah ditetapkan. Tidak mengantri lagi,” jelasnya.

Di era kepemimpinan Andi Muchtar Ali Yusuf – Andi Edy Manaf ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba mendorong RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba untuk menerapkan sistem digitalisasi rumah sakit secara menyeluruh. Konsep ini merupakan bagian dari misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“Digitalisasi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit menjadi salah satu dari misi Pemerintah Daerah saat ini, guna meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan masyarakat,” kata Bupati Muchtar Ali Yusuf saat membuka Pelatihan Pengembangan Sistem Digitalisasi Rumah Sakit di Same Resort Bira, Jumat, 26 Maret 2021.

Digitalisasi rumah sakit, tambahnya, menjadi keniscayaan yang harus direspon oleh rumah sakit, agar pelayanannya lebih efektif dan efisien, seperti seperti pendaftaran pasien secara online melalui aplikasi. Begitu pula dari sisi administrasi yang serba manual harus dikembangkan menjadi serba otomatis yang terintegrasi dalam sebuah sistem digitalisasi.

Untuk belajar pengembangan sistem digitalisasi rumah sakit, pihak RSUD menghadirkan Direktur Utama RS Haji Jakarta, dr. Wahyuningsih Attas sebagai narasumber.

Tidak tanggung-tanggung dr. Wahyuningsih Attas juga membawa tim IT dan tim Laboratorium yang selama ini membantunya dalam mengemban amanah sebagai Direktur RSUP Fatmawati sebelum menjadi Direktur RS Haji Jakarta.

Dalam pengantarnya, Dr. Wahyuningsih menyampaikan bahwa penting mendorong pelayanan rumah sakit secara digital, namun lebih penting juga Dinas Kesehatan tidak mengabaikan program promotif dan preventif. Ketika tidak banyak masyarakat yang datang berobat di fasilitas kesehatan maka itu lebih murah dan efisien.

Dikatakannya, jika digitalisasi diterapkan maka seluruh data realtime bisa diakses kapan saja. Ada big data dimana semua informasi terpusat dan mudah diakses, baik oleh pihak rumah sakit maupun pasien. Ia berharap rumah sakit Bulukumba menjadi pelopor penerapan digitalisasi rumah sakit.

Sebelum melakukan konsep digitalisasi ini, lanjutnya harus ada transformasi revolusi baik pada perilaku maupun di pelayanan kesehatan. “Tidak bisa step by step (perlahan), harus ada lompatan supaya tidak ketinggalan,” ungkapnya.

Menurutnya ada hikmah di balik pandemi Covid-19 dimana kehidupan masyarakat dipaksa untuk berperilaku lebih sehat, lebih cerdas, serta bertindak efektif dan efisien melalui konsep digital dan virtual.

“Setelah Covid nanti ini berakhir, bukan new normal namanya. Justru kehidupan itu (pasca Covid) yang normal. Yang tidak normal itu sebelum Covid-19,” ungkapnya

Lebih lanjut, ia menekankan untuk membangun rumah sakit yang lebih maju dan berkelas, jajaran rumah sakit harus memiliki smart innovation, smart skill dan terobosan.

“Jika digitalisasi kesehatan ini terbangun dalam rumah sakit, maka kita akan mendapatkan sister city baik skala antar kabupaten kota, nasional maupun internasional,” bebernya.

Pada pembukaan pelatihan tersebut, turut hadir Ketua Komisi D DPRD Muh Bakti bersama anggota Andi Rantina Amin dan Syamsir Paro, serta para Kepala Puskesmas.(**)