oleh

Legislator Golkar Bulukumba Ini Soroti ULP Bulukumba

BULUKUMBA,BI– Anggota Fraksi Golkar DPRD Bulukumba, Juandy Tandean, juga menyoroti Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bulukumba.

Menurut Juandy, ULP harus melakukan verifikasi terhadap rekanan yang bakal dimenangkan dalam proses tender tahap 4 jembatan Sungai Bialo.

“ULP harus verifikasi kemampuan rekanan, jangan menangkan kontraktor kere. Maumi diapa kalau tidak punya uang, dan pemerintah juga tidak keluarkan kredit kontruksi,” kata Juandy Tandean, Rabu,17 Februari 2021.

Proses evaluasi yang dilakukan, kata Juandy, juga terkesan terburu-buru.

“Masuk akal tidak kalau evaluasi cuman 5 hari langsung diumumkan, padahal anggarannya Rp22 miliar. Ini dana DAU, uang rakyat,” sesal Juandy.

Sebelumnya, mega proyek jembatan muara Sungai Bialo, di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba.

Pasalnya, mekanisme lelang yang dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) dinilai terkesan terburu-buru.

Hal tersebut salah satunya terlihat dengan dimenangkannya rekanan yang sebelumnya telah masuk dalam daftar hitam atau telah di-blacklist.

Hal tersebut disampaikan oleh Legislator PPP Bulukumba Andi Pangerang Hakim.

“Kita sudah gelar RDP kemarin terkait Jembatan Bialo. Saya selaku ketua komisi A, meminta untuk menunda pengumuman pemenang. Kenapa ditunda, karena ada yang janggal disini,” kata Pangerang Hakim, Selasa, 16 Februari 2021.(**)