oleh

“Alamat Bodong” Pemenang Tender Pembangunan Jembatan Bialo Tunjuk Rumah Anggota DPRD Jadi Kantor

BULUKUMBA,BI– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba menyoroti PT Gunung Raya, yang menjadi pemenang tender tahap 4 pembangunan jembatan bialo.

Hal tersebut dikarenakan, Unit Layanan Pengadaan (ULP) pembangunan berkesan terburu dalam menetapkan pemenang tender yang memiliki Pagu Anggaran Rp 23 Miliar lebih tersebut.

Beberapa kejanggalan disebutkan Andi Pangerang Hakim kepada awak media, di ruang fraksi Partai Golkar, Sekretariat DPRD Bulukumba, Selasa, 16 Februari 2021,

Seperti pemenang tender tersebut telah masuk daftar hitam perusahaan bermasalah atau di-blacklist.

Belum lagi, ULP tidak menjalankan pedoman Peraturan Presiden (Perpres) 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.

Dimana, ULP memenangkan PT Gunung Raya yang dalam lelang merupakan penawar tertinggi, dan sudah tentu tak sejalan dengan asas Perpres 16 tersebut, yakni efisien, efektif, akuntabel, transparan, dan adil.

” PT Gunung Raya ini penawar tertinggi dari lima perusahaan yang ikut lelang, yakni Rp 22 Miliar lebih, padahal ada yang komitmen bisa menyelesaikan pembangunan Rp 19 Miliar saja,” kata Andi Pangerang.

Harusnya, kata legilator PPP Bulukumba itu, jika berdasarkan Perpres, maka asas efisien harusnya memenangkan penawaran paling terendah, bukan yang tertinggi.

” Kan sisanya bisa digunakan untuk membangun tanggul atau pemecah ombak. Untuknya itu Kita sudah gelar RDP kemarin terkait Jembatan Bialo. Saya selaku ketua komisi A, meminta untuk menunda pengumuman pemenang. Kenapa ditunda, karena ada yang janggal disini,” kata Pangerang Hakim.

Kejanggalan lainnya itu, dari lima perusahaan, hanya ada satu harga pabrikan yang dijadikan sampel harga pembanding.

Sehingga menjadi tanda tanya, mengapa penawaran perusahaan yang ikut lelang berbeda satu sama lain.

“Jadi dalam waktu dekat ini, mungkin besok kami akan melakukan konsultasi dengan LKPP agar ada titik terang. Apakah yang dipersyaratkan sudah sesuai Perpres, untuknya itu pengerjaan harus ditunda dulu,” pinta Andi Pangerang.

Selain itu, PT Gunung Raya sebagai pemenang tender disebut mengada-ada, pasalnya alamat yang tertera merupakan kediaman H Abu Thalib, yang merupakan legislator Golkar DPRD Bulukumba.

“Inikan harusnya sudah digugurkan. Karena alamatnya bodong, masa rumah saya ditunjuk sebagai alamat perusahaan mereka,” kata H Abu Thalib.

Hal ini menjadi salah satu bukti bobroknya pekerjaan ULP Bulukumba.

Seharusnya, kata dia, ULP melakukan validasi terlebih dahulu, dan memastikan perusahaan tersebut memenuhi syarat administrasi.

H Abu Thalib mengakui, jika PT Gunung Raya memang pernah berkantor di alamat rumahnya saat ini, di Jalan Baronang, Kelurahan Ela-ela, Kecamatan Ujungbulu.

Hanya saja, sejak 9 tahun silam rumah itu telah dia beli dari pemilik terdahulu.

“Itu artinya tidak ada validasi pada perusahaan ini, karena masa alamat rumah yang saya tinggali 9 tahun lalu, masih mengklaim alamat saya,” sesal Abu Thalib.

Sekadar diketahui, pembangunan Jembatan Bialo telah memasuki tahap ke 4, yang telah menelan anggaran sebesar 45 Miliar lebih.(**)