oleh

Dilantik Jadi Anggota DPRD, Kasus Kapal Muh Sabir Malah Dilimpahkan ke Tahap Dua

BULUKUMBA,BI– Meski Muh Sabir telah menyandang status sebagai anggota dewan yang terhormat, karena telah dilantik menjadi anggota DPRD Senin, 15 Februari 2021, menggantikan Murniaty Makking yang maju di Pilkada lalu.

Kasus kapal yang menetapkan dirinya sebagai tersangka, nampaknya akan terus bergulir.

Hal tersebut dikarenakan, Kejaksaan Bulukumba dalam waktu dekat ini akan akan melaksanakan tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan (Kajari) Bulukumba, Hartam Ediyanto pasca hadir menyaksikan Muh Sabir yang telah diambil sumpahnya dalam rapat paripurna istimewa Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD kabupaten Bulukumba periode 2018-2024.

” Kami (Kejaksaan,red) berencana melaksanakan tahap dua, penyerahan tersangka dan barang bukti,” kata Hartam Ediyanto.

Langkah yang akan dilakukan pihaknya ini, merupakan bentuk keseriusanya, pasalnya kasus tersebut telah lama ditangani namun belum membuahkan hasil.

” Dua tersangka, namun satu masih buron, sudah cari bantuan tapi belum dapat. Yang penting kami ajukan yang satu dulu, supaya tetap berjalan,” tegasnya.

Pekan kemarin, kata Hartam, pihaknya telah memanggil Muh Sabir untuk dilakukan pemeriksaan kembali, namun upaya tersebut nihil, karena alasan kesehatan.

” Minggu kemarin kita panggil belum ada hasil, karena alasan kesehatan, makanya diagendakan lagi minggu ini,” katanya.

Sekadar diketahui, Muh Sabir dan rekannya berinisila A yang saat ini masih buron telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pengadaan kapal nelayan 30 GT, dengan pagu Rp 3 Miliar tahun anggaran 2012.

Sabir saat itu bertugas di Dinas Kelautan dan Perikanan, sedangkan A sebagai rekanannya.

Kasus yang ditangani Kejaksaan sejak tahun 2013 silam, menemukan dugaan pengurangan volume pekerjaan sehingga kapal tidak dapat difungsikan.

Alhasil dari penyidikan mendalam, penyidik menduga terjadi kerugian negara sebesar Rp300 juta.(**)