oleh

Anggota DPRD Luwu Timur Belajar Perda Adat di Bulukumba

BULUKUMBA,BI– Sebanyak enam anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, berkunjung ke Bulukumba, Selasa, 20 Oktober 2020.

Kunjungan mereka dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Usman Sadik, bersama Ketua Pansus Ranperda Terkait pegakuan hukum adat Luwu Timur, Abduh.

Mereka diterima Ketua I DPRD Bulukumba, H Patudangi Asiz bersama Asisten III Pemkab Bulukumba Andi Misbawati Wawo, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Syamsul Mulhayat, di ruang rapat Sekretaris Daerah.

Dalam pertemuan tersebut, kegiatan dikemas dengan cara formal namun sedikit santai.

Dengan memberikan pemaparan berupa regulasi yang telah dimiliki Bulukumba, diantaranya Peraturan Bupati (Perbup) No 40 tahun 2018, tentang Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Ammatoa Kajang oleh Syamsul Mulhayyat.

Tanya jawab dibuka dalam kegiatan tersebut, untuk mengetahui penguatan regulasi yang nantinya diharapkan akan melindugi masyarakat adat yang ada di Luwu Timur.

Regulasi yang telah ada di Bulukumba, kata Syamsul Mulhayyat telah berhasil melindungi masyarakat adat Kajang. Termasuk hutan yang saat ini dikelola sendiri oleh masyarakatnya.

” Termasuk pertauran yang mengatur, pemberdayaan masyarakat adat, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat,” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bulukumba itu.

” Dan regulasi yang dibuat daerah, sejalan dengan Pasan ri Kajang (Peraturan Adat)
Talakullei risambei kajua, I yato’ minjo kaju timboa (Tidak bisa diganti kayunya. Kayu itu saja yang tumbuh)
Talakullei nitambai nanikurangi botrong karamaka.(Hutan keramit itu tidak bisa ditambah atau dikurangi).
Kasipali tauwa a’lamung-lamung ri boronga (Orang dilarang menanam di dalam hutan)
Nasaba’ se’re wattu larie tau anggakui bate lamunna (Sebab suatu waktu akan ada orang yang akan mengakui bekas tanamnya),” tambah Syamsul Mulhayat.(**)