oleh

33 Tenaga Kesehatan di Makassar Positif Corina, 20 Diantarannya Dokter

MAKASSAR,BI– Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Asikin mengungkapkan, sebanyak 20 orang dokter yang bertugas di beberapa rumah sakit terpapar Covid-19 dan kini masih menjalani isolasi.

“Dari 33 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, 20 orang di antaranya adalah dokter. Jadi sangat memprihatinkan jika jumlah dokter di Makassar yang terpapar Covid-19. Siapa lagi yang akan melayani pasien jika jumlah dokter dan nakes terus bertambah terpapar Covid-19,’’ ungkap Naisyah .

Dengan jumlah penyebaran Covid-19 yang meningkat drastis di Sulawesi Selatan, kata Naisyah, pihak Gugus Tugas akan gencar melakukan tracing dan rapid test massal kepada warga untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

“Jadi kami sementara sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan pendekatan, karena banyaknya penolakan. Kami akan rapid test massal terus dan tidak dipungut biaya sepeserpun dari masyarakat,” ujarnya.

Naisya membeberkan, jika banyak masyarakat yang terpapar Covid-19 namun tanpa gejala (OTG).

Tentunya, dengan tanpa gejala ini masyarakat tidak sadar menyebarkan virus Covid-19 kepada keluarga dan kepada orang lain di sekitarnya.

“Jika ada yang ditemukan masyarakat yang terpapar Covid-19 tanpa gejala, kita akan isolasi di hotel-hotel yang telah disiapkan di rumah sakit. Jika tidak mau diisolasi di hotel, kita biarkan isolasi mandiri di rumahnya sendiri dengan catatan sesuai standar mempunyai kamar sendiri agar tidak menularkan virus  kepada keluarganya,” tuturnya.

Naisyah mengaku, pihaknya berupaya menekan angka kematian akibat Covid-19.

Di mana, rata-rata pasien yang meninggal di usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta.

Berdasarkan update data Covid-19 di Kota Makassar pada Selasa (16/6/2020), sebanyak 3.110 orang dinyatakan positif Covid-19.

Sebanyak 664 orang dirawat di rumah sakit, 1.241 orang melakukan isolasi mandiri, pasien sembuh sebanyak 1.074 orang dan sebanyak 131 orang meninggal.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 2.106 orang, 1.645 orang non Covid-19, dan sebanyak 181 orang meninggal.

Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 6.677, di antaranya 471 orang masih dalam pemantauan dan sebanyak 6.206 orang selesai pemantauan.(**)