oleh

Palsukan Tanda Tangan BPD, DPRD Bulukumba Minta Kades Lembanna Dicopot

BULUKUMBA,BI– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba H Abu Thalib meminta Kepala Desa Lembanna, Kecamatan Kajang dicopot dari jabatannya.

Hal tersebut diusulkan legislator Partai Golkar tersebut, pasca laporan Ketua Badan Pemusyawaratan (BPD) Desa Lembanna H Bahtiar, yang mengaku tandatanganya dipalsukan oleh kades untuk mencairkan Anggaran Dana Desa (ADD)tanpa sepengetahuan anggota BPD.

” Ini pelanggaran serius, Saya minta untuk diproses secara hukum dan minta untuk diberhentikan jadi kepala Desa lembanna dan mengunjuk plt kepa desa,” pinta Abu Thalib.

Ketua BPD Lembanna, H Bahtiar yang dikonfirmasi mengaku jika pemalsuan tanda tangannya bersama beberapa anggota BPD lainya oleh Kepala Desa Lembanna telah terjadi sejak 2017 hingga 2020.

“Kepala Desa Lembanna merekayasa semua tanda tangan lingkup BPD dalam mengurus anggaran pencairan dana desa.
Padahal sebagai BPD, baik untuk pencairan atau pengusulan anggaran harus diketahui oleh BPD,”jelas Bahtiar.

Bahtiar mengaku telah melaporkan tindakan tersebut kepada pihak yang berwajib pada Jumat 27 maret 2020 lalu.

Termasuk menyurat ke Bupati Bulukumbaa dan juga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba.

Ia berharap, kasus pemalsuan tanda tangan oleh Kades Lembbana ini, bisa segera ditangani secepat mungkin oleh pihak terkait.

“Sudah saya laporkan, semua barang bukti sudah saya serahkan. Semoga bisa ditindaklanjuti oleh pihak penegak hukum,” harap Bahtiar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Andi Thirta Masaguni yang dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia mengaku, pihaknya saat ini masih mendalami laporan tersebut.

“Benar ada yang melaporkan hal itu. Kami masih lakukan pendalaman atas laporan ini. Kita fokus soal kemanusiaan dulu, apalagi wabah virus corona ini tidak kita tahu kapan berakhir,” singkatnya.

Senada dengan Thirta, Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bulukumba, Bripka Ahmad Fatir, juga membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia memastikan seluruh laporan akan ditindaklanjuti, hanya saja saat ini pihaknya belum mengambil langkah lanjutan hingga kondisi mulai membaik.

“Benar ada laporan dari Desa Lembanna, cuma kita biar fokus kemanusiaan dulu. Ini demi keselamatan kita bersama agar mampu memutuskan rantai penyebaran Covid-19 ini,” jelasnya.(**)