Banyak Kasus Sengketa dan Pejualan Aset, DPRD Bulukumba Sebut Pemkab Lemah

oleh -215 views

BULUKUMBA,BI– Kasus sengketa dan penjualan aset daerah di Bulukumba menjadi perhatian penting anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba.

Bagaimana tidak, kasus sengketa lahan hingga berakhir dengan penjualan aset daerah sering kali terjadi, yang dilakukan oknum masyarakat beberapa tahun belakangan ini.

Salah satunya, sengketa lahan lapangan sepak  bola di Desa Sopa, Kecamatan Kindang, Bulukumba, yang telah bergulir sejak pemerintahan Zainuddin Hasan hingga Andi Sukri Sappewali.

” Sengeketa lahan sepak bola di Desa Sopa ini tidak pernah terselesaikan, sudah dua periode pemerintahan bupati namun hingga saat ini belum ada kejelasan terkait penguasaan lahannya,” kata Muh Bakti yang membacakan pandangan Fraksi Partai Gerindra, pada kegiatan Rapat Paripurna dengan agenda mendegar pendapat akhir fraksi pada Ranperda,  pertanggunjawaban Pelaksanaan APBD 2018, Senin,15 Juli 2019.

Fraksi Gerindra kata Bakti, menilai pemerintah Bulukumba saat ini lemah dalam mengelola aset daerah.

Hal tersebut terbukti dengan banyaknya kasus penjualan lahan yang menjadi aset daerah.

Seperti tanah perkuburan di Desa Barugae, Kecamatan Bulukumpa dan aset yang berada di belakang kantor Kelurahan Mario Rennu,Kecamatan Gantarang yang melibatkan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Yang paling santer diberitakan saat ini, kata Bakti adalah penjulan Taman Hutan Raya (Tahura) yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

” Kami mendorong Pemkab melakukan upaya hukum yang melibatkan kepolisian dan Kejaksaan,” katanya.

Hal ini dilakukan, agar Pemerintah tidak lagi berhadapan dengan kasus yang serupa yakni sengketa dan penjulan aset daerah.(Awa)