Tambang Ilegal di Dannuang Beroperasi Lagi, Warga Pertanyakan kinerja Tim Terpadu

oleh

BULUKUMBA,BI — Tambang ilegal di Lingkungan Babana, Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba kembali beroperasi.

Padahal tambang yang berada sekitar 12 Kilo Meter dari pusat kota Bulukumba itu telah pernah berhenti.

Aktivitas tambang tersebut ditakutkan dapat menjadi pemicu menjamurnya kembali aktivitas pertambangan ilegal di desa lainnya, seperti di Desa Manjalling, yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Babana.

Demikian disampaikan oleh Suparman, warga Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, Senin, 22 Oktober 2018.

“Aktivitas tambang di Babana ini ditakutkan dapat memancing kembalinya tambang ilegal di Manjalling,” ujar pria lulusan S 2 UNM itu.

Parman menceritakan, akibat aktivitas tambang ilegal yang lakukan sejak beberapa tahun silam itu, membuat kondisi sungai Balangtieng menjadi sangat mengkhawatirkan.

Beberapa saluran irigasi persawahan kata Parman, terkena dampak oleh aktivitas tambang ilegal.

Parman dan beberapa warga desa lainnya, menyesalkan kinerja tim terpadu yang telah dibentuk.

Tim ini terdiri dari beberapa pihak, seperti dari Pemkab Bulukumba dan Polisi. Tim ini bahkan dinilai tak dapat berbuat banyak.

Warga bahkan menuding, bahwa lemahnya penindakan hukum di wilayah tambang ilegal menjadi pemicu munculnya eksploitasi sungai ini.

“Padahal sudah ada keputusan dari pemkab untuk menghentikan seluruh aktivitas tambang. Ujungloe khususnya Manjalling dalam RTRW tidak masuk wilayah pertambangan jenis apapun,” jelas Parman.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Andi Ridwan, yang ditemui beberapa waktu lalu, menyarankan warga untuk melapor ke polisi jika melihat adanya aktivitas penambangan ilegal.

Menurutnya, aktivitas tambang ilegal memang telah masuk ke ranah hukum.

Disisi lain, kata dia, jika warga yang langsung melakukan pelaporan, dapat diproses secepatnya oleh polisi.

“Bagus kalau warga yang langsung laporkan ke polisi. Pasti langsung ditangani. Karena ini sudah sama halnya mencuri,” kata Andi Ridwan. (awa)