Gaji 13 Tak Kunjung Dibayar, Ketua DPRD Bulukumba : Uangnya Ada Kok !

oleh

BULUKUMBA,BI — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, A. Hamzah Pangki memastikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memiliki uang untuk membayar gaji 13 Aparatur Sipil Negara (ASN).

Meski defisit, Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba itu mengaku, dana yang tersimpan di brankas pemkab banyak dan bisa digunakan.

Kepada Berita-indo.com, Hamzah Pangki mengitung-hitung anggaran daerah, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) sangat besar, seharusnya bisa membayarkan gaji 13 ASN.

Di 2018 ini, Hamzah mengaku daerah menerima DAU Rp 705 Miliar, Jika Transfer DAU dari pusat dilakukan setiap bulan Rp 58.750.000.000, berarti jumlah transfer DAU hingga Juli adalah Rp 411.250.000.000 dan itu bisa membayarkan gaji 13 yang hanya Rp 29 Miliar saja.

” Kenapa tidak dibayarkan, dikemanakan uangnya?,” tanya Hamzah.

Hamzah Pangki berharap, Pemkab segera membayarkan gaji 13 ASN, karena menurutnya akan mengurangi beban ASN untuk kebutuhan dasarnya, khususnya untuk pendidikan anak mereka.

” Peruntukkannya gaji 13 adalah untuk pendidikan anak ASN, kasihan mereka sampai sekarang belum dibayar,” sesal Hamzah.

Hamzah Pangki yakin, dengan dibayarkannya gaji 13 ASN,  akan menggerakkan perekonomian daerah yang sebelumnya lesu.

Sebelumnya, Kasubid Gaji, Badan Keuangan Daerah (BKD) Bulukumba, Andi Nur Afni, yang dikonfirmasi, membenarkan defisit anggaran yang mempengaruhi pembayaran gaji 13.

Semestinya menurut Nur Afni di awal Juli, gaji 13 harusnya dibayarkan, sesuai dengan Petunjuk Tekhnis (Juknis) yang tertuang dalam peraturan Menteri Keuangan.

“Kalau belum dibayar itu memang betul. Defisit-ki, kalau ada uangnya pasti kita bayarmi. Kurang-ki uangnya,” jelas Afni.